Blog

URC menandai umur ke-65 dengan harapan di tengah tantangan

URC menandai umur ke-65 dengan harapan di tengah tantangan

Universal Robina Corp. (URC) menandai tahun ke-65 dalam bisnisnya, dengan tetap fokus pada pelanggan sambil mempersiapkan diri menghadapi tantangan dan peluang baru di masa depan.

 

“Merayakan ulang tahun ke-65, kami pun sangat menyadari bahwa jutaan orang harus melewati masa yang sangat sulit karena pandemi Covid-19. Ini memperkuat komitmen kami untuk terus bergerak maju, supaya kami dapat membantu bangsa kami, serta pasar lain di seluruh dunia, supaya bisa keluar dari masa kegelapan ini dengan lebih baik dan lebih kuat. ”kata presiden dan CEO URC Irwin Lee.

 

Dibangun dari bisnis perdagangan sederhana yang dijalankan John Gokongwei dengan mengendarai sepedanya, URC telah berkembang menjadi salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar saat ini, dengan pangsa pasar terkemuka di Filipina dalam kategori makanan ringan, permen, cokelat, dan teh dalam kemasan. URC juga memiliki posisi pasar yang kuat dalam kategori mie instan dan kopi bubuk.

 

Saat ini URC sudah menjalankan bisnis di Vietnam, Malaysia, Thailand, Indonesia, Myanmar, Cina, Singapura, Hong Kong, Laos dan Kamboja.

 

URC menelusuri kembali kepada asal muasalnya, dimana  pada tahun 1956 ketika Universal Corn Products, sebuah perusahaan Gokongwei yang didirikan melalui bantuan pinjaman dari ketua Bank China Albino Sycip, meluncurkan Panda Corn Syrup.

 

Sebagai seseorang yang berpandangan selalu tertuju ke masa depan, Gokongwei dengan cepat memperluas ke segmen bisnis makanan lainnya untuk memastikan perusahaannya terus berkembang pesat dan eksis di luar negeri.

 

Pada tahun 1961, Gokongwei dan saudara-saudaranya mendirikan Consolidated Food Corp. (CFC). Dua tahun kemudian, CFC memperkenalkan Blend 45 yang menjadi merek kopi terlaris saat itu.

 

Setelah Blend 45, CFC terdiversifikasi ke katrogori lain, yaitu : permen, wafer, dan produk makanan lainnya.

 

URC secara resmi lahir pada tahun 1966. URC dengan cepat mendominasi bisnis makanan ringan, meluncurkan produk yang telah menjadi makanan pokok hingga hari ini – Chiz Curls, Chippy, Nips, Jack ‘n Jill Potato Chips, dan lainnya. Produk terlaris lainnya adalah Nova, Pretzel, Piattos, Maxx, dan Payless.

 

Pada 1970-an, URC memasuki bisnis agroindustri dan komoditas, dengan terjun ke peternakan dan penggilingan tepung, serta penggilingan gula pada 1980-an. Hal ini terintegrasi secara vertikal dengan bisnis yang ada dan membawa URC untuk mengatasi volatilitas di pasar komoditas.

 

URC memperluas jajaran minumannya dengan teh dalam kemasan merk C2 pada tahun 2004, sebuah poros yang terjadi setelah Gokongwei melihat teh yang diseduh dijual secara luas di Cina dan Jepang dalam kemasan botol PET. Dalam waktu 1 bulan, URC menjual 100.000 botol. Tiga tahun kemudian, URC berhasil menjual lebih dari 30 juta botol sebulan.

 

Perluasan pertama URC di luar negeri adalah melalui sebuah pabrik kecil yang didirikan di Hong Kong untuk memproduksi Keripik Kentang Jack ‘n Jill. Dan pada akhirnya perusahaan akhirnya mendirikan sistem operasi di enam negara, dengan kehadiran di 10 pasar di wilayah tersebut. Merek Fun-O dan Tivoli saat ini menjadi pemimpin pasar dalam kategori biskuit dan wafer di Thailand, sementara C2 adalah pemain kuat di segmen minuman dalam kemasan di Vietnam.

 

Produk tersebut juga berhasil diekspor ke daerah-daerah di Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah, Afrika dan Kepulauan Samudra Hindia, Asia Utara, Oseania, dan Kepulauan Pasifik.

 

URC tetap menjadi landasan utama grup perusahaan Gokongwei, dengan kapitalisasi pasar lebih dari P300 miliar.

 

“Berkat inovasi yang yang konsisten dari Mr John, semangat kewirausahaan dan keinginan kuat untuk memuaskan pelanggan, URC telah meningkat menjadi salah satu perusahaan makanan dan minuman konsumen bermerek terbesar di Filipina, dengan kehadiran yang signifikan dan berkembang di pasar ASEAN.” kata Lee.

 

Dengan pedoman mengutamakan sumberdaya manusia, URC telah membantu perusahaan melewati masa sulit yang dibayangi oleh pandemi Covid-19. Selama setahun terakhir, perusahaan berjuang keras untuk memastikan kesejahteraan karyawan, pelanggan, dan masyarakat.

 

Walaupun ada lock down dan pembatasan karantina, dengan pedoman ini pabrik dan penggilinagn tetap beroperasi untuk memastikan jutaan orang Filipina dapat mengisi dapur mereka dengan bahan makanan penting yang mereka butuhkan saat bekerja atau di rumah.

 

 

Cemilan Jack ‘n Jill snacks yang menjadi produk terlaris dari Universal Robina Corporation (URC)

 

                                                                                        

Universal Robina Corporation (URC) memperluas variasi minumannya dengan memproduksi C2, minuman dalam kemasan dari teh hijau pada tahun 2004

 

Pelanggan dapat menemukan produk dari Universal Robina Corporation’s (URC) tak hanya di Filipina, dimana perusahaan telah berhasil mengekspor ke area di Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Kepulauan Samudra Hindia, Asia Utara, Oseania, dan Kepulauan Pasifik